Profil

Noviandy, Putra kelahiran Aceh Timur, walaupun secara aministrasi kenegaraan Ia dilahirkan di daerah Konflik yang lain, di Paloh Punti tepatnya di ‘Cot Trieng’, 30 November 1982. Noviandy adalah putra pertama dari H. Husni Syam (almarhum) dan Hj. Bukhtariah. Pendidikan dasarnya dimulai dari sebuah SD Swasta (SD AL-Alaq) di Dewantara, dilanjutkan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lhoksemawe, pendidikan formal ini didampingi pendidikan Agama di Dayah Raudhatul Muta’allimin Uteun Geulinggang, masih juga di Dewantara. Pendidikan lanjutannya di teruskan di Madrasah Aliyah Keagamaan yang dulunya sering disebut dengan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Banda Aceh, selesai tahun 1999-2000.

Pilihan pendidikan tingginya ia jatuhkan pada jurusan Aqidah dan Filsafat di Ushuluddin, karena sebelumnya ia sangat bertekad untuk menempuh kuliah di Cairo-Mesir bersama 10 teman lainnya. Namun kondisi ekonomi dan keluarga berkata lain hingga harus melanjutkan pendidikan di ibukota provinsi hingga 2005. Suasana social-politik yang mempengaruhi jalan hidupnya di perguruan tinggi, menjebaknya untuk aktif di dunia Aktifis. Disamping aktivitasnya di organisasi kampus, ia juga terlibat aktif di eksternal kampus, baik di organisasi pengkaderan PII Perguruan Tinggi, maupun diberbagai organisasi pergerakan yang kala itu aktif dengan isu keAceh-an.

Pasca tsunami ia menjadi alumni perdana di IAIN Ar-Raniry yang sekarang menjadi UIN. Tsunami juga mengarahkan perjalanannya menjadi relawan, bekal dari perguruan tinggi dan berbagai organisasi yang pernah membinanya. Aktivitasnya di dunia LSM, sempat mengangkatnya menjadi salah seorang Tim Perumus Qanun Perlindungan Anak, dan Fasilitator di Aceh. Tidak kurang dari lima tahun, ia terus mengarungi arus deras LSM untuk kemanusiaan.

Pada Tahun 2010, semangatnya merubah arah untuk kembali pada khittah akademis. Sering ia merasa minder, pengetahuannya tentang di dunia LSM adalah intelektual organic belum disentuh dengan sentuhan akademis. Ia merasakan berbagai advokasi yang pernah dilakukan selalu lemah dalam kajian akademis, tekad ini terjawab dengan program Beasiswa Studi Kementerian Agama RI tahun 2010, ia memilih studi pada Kosentrasi Filsafat Islam di UIN Sunan Kalijaga, selesai 2012. Sejak 2012, aktifitas akademiknya mulai kembangkan di Kampus STAI Teungku Dirundeng, yang merupakan kampus kebanggaan Masyarakat Pantai Barat-Selatan Aceh. Beberapa karya ilmiahnya mulai dipresentasikan di forum konferensi Internasional; Etika Politik dalam Perumusan Qanun Jinayah di Aceh di The 4 International Conference on Aceh Indian Ocean Studies (The 4th ICAOS) tahun 2013, yang dilaksanakan oleh International Center of Aceh Indian Ocean Studies (ICAIOS), dan Etika Sosial Politik dalam Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, di The 13 th  Annual International Conference  on Islamic Studies (The 13th AICIS), Mataram, tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI. Penerbitan dan Bedah Buku pertamanya Maret 2015 dengan Judul “Penegakan HAM di Negeri Syariat” (Proses Perumusan Qanun Jinayah dalam Perspektif Etika) yang merupakan Dana Hibah Penerbitan yang disponsori Diktis Kementerian Agama Islam 2014

Pada Tahun 2014 ia mencatatkan dirinya sebagai dosen Filsafat Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa. Kegiatan sehariannya selama ini di Fakultas Syariah mengelola Jurnal Al-Muamalat dan mengajar. Jika tidak ada aral-melintang, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang S3 segera ditempuhnya. Semoga kesempatan ini segera terbuka dan semangat untuk mengabdi pada ilmu pengetahuan selalu terbarui.

Ia dapat dihubungi melalui email: noviandyhs@gmail.com atau Hp. 081360721416.

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.